Kamis, 22 September 2011

Supporting Evidences And Monitoring To Develop School-Based Curriculum For Junior High School Mathematics In Indonesia

By : Dr.Marsigit,MA

Reviewed by : Samsul Feri Apriyadi


Dalam makalah ini diungkapkan tentang pengembangan dari sebuah kurikulum untuk anak SMA. Kurikulum dari tahun-tahun ketahun terus mengalami perubahan tentunya menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi yang terbaru.

Khusus kurikulum untuk matematika perlu adanya pembahasan yang lebih detail dan mandasar yaitu antara lain kurikulum harus lebih sederhana dan fleksibel, mendefinisikan kembali peran guru yaitu guru harus memfasilitasi siswa perlu belajar, mendefinisikan kembali peran kepala sekolah;kepala sekolah harus mendukung pengembangan profesional guru dengan memungkinkan merekamenghadiri dan berpartisipasi dalam pertemuan ilmiah dan pelatihan, mendefinisikan kembali peran sekolah;sekolah harus mempromosikan manajemen berbasis sekolah, mendefinisikan kembali peran pengawas; yang supervisor perlu memiliki latar belakang yang sama dengan guru-guru mereka awasi dalam rangka dapat melakukan supervisi akademik, peningkatan otonomi guru dalam mencoba menerapkan inovasi dalam matematika dan ilmu pengajaran dan pembelajaran, dan mempromosikan lebih baik sekolah dan kolaborasi antara universitas, komunikasi antara dosen dan guru harus ditingkatkan, ini bisa dilakukan melalui tindakan kolaboratif penelitian dan bertukar pengalaman melalui seminar dan lokakarya(Marsigit,2005).

Hal ini sebagai upaya agar kurikulum SMA lebih sesuai dengan perkembangan zaman,menarik dan siswa benar-benar menguasai materi memahaminya dan menerapkannya. Serta yang terpenting materi itu disajikan secara menarik,komunikatif dan kontekstual.



LESSON STUDY ON MATHEMATICAL THINKING:

Developing Mathematical Methods in Learning the Total Area of a Right Circular Cylinder and Sphere as well as the Volume of a Right Circular Cone of the Indonesian 8th Grade Students

By : Dr Marsigit,M.A

Reviewed by : Samsul Feri Apriyadi


Dalam upaya membangun kerangka berfikir matematika perlu di ajarkan konsep dasar dari matematika. Dalam hal ini,adalah pengenalan tentang matematika kepada anak SMP kelas 8 dimana mereka diajarkan tentang konsep luas permukaan dan volume dari tabung,bola dan kerucut. Disini mereka akan di berikan umpan dalam menemukan konsep tadi melalui proses belajar kelompok.Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah deskriptif-kualitatif pada kelas 8SMP yang tentunya memerlukan persiapan (RENCANA),pelaksanaan (DO), dan refleksi (SEE) serta Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkandata.

Kita ketahui bahwa kurikulum matematika untuk SMP bertujuan untuk : untuk emahami konsep matematika kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, untuk mengembangkan keterampilan berpikir dalam belajar pola dan karakteristik matematika,
untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah
,menggunakan simbol, tabel, diagram dan lainnya.

Disinilah peran guru matematika dalam membangun konsep itu. Sehingga siswa tidak hanya sekedar hafal rumus tapi mereka juga tahu bagaimana proses mencari rumus tersbut dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.Misalnya dalam mencari rumus luas selimut dari tabung, yaitu dapat digunakan dengan cara membelah selimut tabung yang akan di dapat bentuk persegi pnjang dan mereka diajak untuk benar-benar memahami bahawa luas selimut tabung adalah sama dengan menghitung luas persegi panjang.Itu hanya beberapa contoh kecil saja,selain itu mreka juga dapat memanfaatkan barang-barang disekitar untuk mengetahui luas permukaan dan volume kerucut dengan mereka membawa topi yang dari karton kemudian di belah untuk mengetahui selimut kerucut tersebut.

Dengan metode semacam itu ,mereka sudah dijak untuk berpikir analogis, berpikir deduktif,berpikir integratif (Termasuk berpikir luas) berpikir, perkembangan, berpikir abstrak (berpikir yang abstrak, concretizes, mengidealkan, dan berpikir bahwa menjelaskan kondisi), berpikir yang menyederhanakan, berpikir bahwa generalizes, berpikir yang mengkhususkan diri, berpikir bahwa melambangkan, berpikir bahwa mengungkapkan dengan angka, mengkuantifikasi, dan angka(Marsigit,2006).

Melalui pendekatan dalam proses belajar semacam itu,siswa dapat dilibatka secara aktif untuk mengenali bentuk-bentuk bendanya yang ada disekitar . Kemudian dijelaskan proses dalam menemukan sebuah rumus dan aplikasinya. Selain itu untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka dapat dilakukan tes dari materi tersebut.

.

Kamis, 15 September 2011

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN GURU

Developing Teacher Training Textbooks for Lesson Study in Indonesia

By Marsigit

Reviewed by Samsul Feri Apriyadi

Guru sebagai salah satu sumber belajar dari siswanya harus menguasai materi yang akan diajarkan.Salah satunya dengan cara menguasai konsep melalui model textbook. Disini mereka harus menguasai konsep,teori,media dan fasilitas pendukung yang lainnya.

Pemerintah melalui kementerian pendidikan nasional telah menentapkan standar minimum yang harus di kuasai oleh seorang siswa yaitu afektif, cognitif ,dan psikomotorik.Diman semua itu hanya dapat tercapai ketika guru menguasai materi yang akan disampaikan ke siswanya melalui proses pengajaran dan pembelajaran yang optimal.

Dalam proses pengajaran dan pembelajaran mereka di ajarakan tentang cara penyelesaian dan studi kasus dari suatu masalah. Sehingga pemahaman mereka akan matematika akan meningkat. Proses pembelajaran yang menarik dan interaktif dalam mengajarkan matematika juga memerlukan metode dan waktu yang tepat.

Tujuan dari pembelajarn matematika dalam usaha pembangunan lesson study melalui teks book adalah memahami apa itu matematika ,konsepnya,hubungannya dengan yang lain dan aplikasi dari matematika itu sendiri dalam kehidupan.Membangun pola pemikran dan karakter dari matematika yang mampu menjernalisir setiap masalah dengan proporsi yang tepat.Dengan Aktifitas pembelajaran yang mampu membangun konsep berfikir matematika yang real dan logis.Yang di dapat melalui proses belajar dan pengalaman di kelas atau tempat yang lainnya.

Khusus untuk kebutuhan pengembangan teksbook untuk matematika di SMP kita memerlukan gambaran bagaimana rencana dan kegiatan kelasa selanjutnya yang harus dilakukan yaitu : pemecahan masalah,proses,hasil,hubungan dalam matematika,makna matematika dan kaitan matematika dengan yang lain.

Terakhir guru harus mampu mengevaluasi dari setiap kegiatan pemblajaran yang dilakukan baik metodenya,media ataupun suasana kelasnya.

PROMOTING LESSON STUDY AS ONE OF THE WAYS FOR MATHEMATICS TEACHERS PROFESSIONAL DEVELOPMENT IN INDONESIA

The Reflection on Japanese Good Practice of Mathematics Teaching Through VTR, 2002-2005

By Dr. Marsigit,M.A

Reviewed by Samsul Feri Apriyadi

Learning study of mathematics can use some method,each one is uses VTR.VTR (Video Tape Recorder) where its can use to show figure or description of lesson. Uses VTR in lesson study give you some benefits as: a) short summary of the lesson with emphasis on major problems in the lesson, b) components of the lesson and main events in the class, and, c) possible issues for discussion and reflection with teachers observing the lesson (Marsigit :2006).VTR can become a method evaluation study in class. We know that in Lesson Study is divided into three parts: a)planning the lesson, b) the observation part, and, c) the discussion and reflection part.

As teacher mathematics we need observation in depth learning process of class. Habits of student,conditional of class,method of study in class,etc.That need evaluation come more good again. If we observe teaching learning processes through VTR, a short summary is necessary to grasp the contents and we need to observe the VTR several times to understand its contents clearly.Having done this, it may arrise the usefull issues for discussion and reflection as well as to reflection good practices, good lessons or innovative lessons for the reform of mathematics education(Marsigit : 2006).

The Implement mathematics theacher profesional can uses the method with VTR as media of learning. But teachers need to improve their competencies of teaching and competencies of teaching contents and time allocation which enough.

Meanwhile, to come mathematics teachers professional development in indonesia ,teacher need support for schools and government . Support their professional development including the chance to get training, to participate the conferences, to participate in teachers club.